Mendikbud Tugaskan Tenaga Pengajar Bahasa Bawa Misi Diplomasi

February 6, 2017

https://news.detik.com/berita/3413232/mendikbud-tugaskan-tenaga-pengajar-bahasa-bawa-misi-diplomasi

 

Jakarta - Puluhan tenaga pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bakal dikirim ke luar negeri. Mereka bukan hanya mengajar Bahasa Indonesia tapi juga membawa misi diplomasi lunak melalui bahasa.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk memantik semangat para delegasi bahasa tersebut. Saat penutupan pembekalan tenaga pengajar BIPA untuk Luar Negeri Masa Tugas 2017 di Sentul Bogor, Muhadjir mengibaratkan sebagai pasukan tempur.

"Saudara ini ibarat pasukan tempur bukan hanya mengajar Bahasa Indonesia saja. Ada membawa misi diplomasi budaya Indonesia, untuk pertahanan bangsa dari luar negeri, melalui diplomasi bahasa" kata Muhadjir dalam rilis yang diterima detikcom Jumat (3/2/2017).

Muhadjir menambahkan para tenaga pengajar BIPA tersebut membawa misi diplomasi. Mereka ditugaskan untuk melakukan penetrasi nilai-nilai budaya Indonesia ke negara lain. 

"Jadilah petempur dengan mengajarkan bahasa Indonesia dan nilai-nilai budaya yang kita miliki. Jangan sampai nilai-nilai budaya negara lain saja yang masuk ke negera kita," pesannya.

Sebanyak 53 tenaga pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dikirimkan ke luar negeri, yaitu 28 orang ditempatkan di negara Filipina, Kamboja, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste. Dari jumlah tersebut 12 orang diantaranya dikirimkan untuk Thailand.

Kepala Badan dan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Dadang Sunendar mengatakan Thailand mendapatkan porsi lebih banyak lantaran antusiasme negeri gajah putih untuk mendorong generasi muda disana mempelajari Bahasa Indonesia. 

"Kita kirimkan lebih banyak ke Thailand, ada 12 orang karena negara tetangga itu paling gigih mendorong generasi mudanya untuk belajar Bahasa Indonesia," ujar Dadang di lokasi yang sama.

Pengajar BIPA juga dikirimkan ke wilayah Amerika, Eropa, dan wilayah Aspasaf (Asia, Pasifik dan Afrika). Rinciannya empat tenaga pengajar untuk Italia, Jerman, Prancis, dan Rusia. Sejumlah enam pengajar untuk negara Mesir, dan 21 orang untuk wilayah Aspasaf. 

Menurut data Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, rencananya, pada tahun 2017, sejumlah 220 tenaga pengajar BIPA secara keseluruhan dikirimkan ke luar negeri. Adapun 167 orang telah memperoleh pembekalan sebelumnya. Nantinya, semua pengajar bertugas selama empat bulan, dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan lembaga sasaran. 

Dalam kesempatan tersebut Muhadjir menyempatkan berkeliling di Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud. Ia sempat mencoba intrepretasi pidato Presiden Joko Widodo di ruang Conference dan Interpretee System. 

Ada tiga pilihan bahasa yang disediakan yaitu Bahasa Inggris (pilihan pertama), Bahasa Sunda (pilihan kedua), dan Bahasa Batak (pilihan ketiga). Decakan kagum terucap dari mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini. 

"Jadi ini yang terjemahkan pidato presiden ke dalam Bahasa Sunda, Bahasa Batak tadi? Bagus-bagus! Semoga ke depan bisa lebih banyak lagi bahasa kita yang diterjemahkan supaya dikenal," ujarnya. 
(ams/erd)

 

Please reload

Featured Posts

Mengapa Bahasa Inggris dan Mandarin adalah Bahasa Dunia?

February 12, 2018

1/5
Please reload

Recent Posts

October 24, 2018

Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags
Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square